Cara Menghitung OR dan RR pada tabel 2xk SPSS

Nilai OR dan RR biasanya dihitung dengan menggunakan tabel silang 2×2. Bagaimana bila tabel tersebut berupa tabel 2xk. Misalnya pada variabel yang memiliki kategori lebih dari 2.

Peneliti ingin mencari hubungan antara jumlah rokok dengan kejadian hipertensi. Kategori untuk variabel jumlah rokok adalah: 1 pak perhari, 5-10 batang/hari, dan tidak merokok. Kategori untuk hipertensi adalah: hipertensi dan tidak hipertensi.

Cara menghitung nilai OR atau RR nya ada dua cara:

  1. Dengan menggunakan Referens, yaitu dengan menggunakan kategori yang paling bukan risiko untuk menjadi refrens (pembanding). Pada contoh di atas kita bisa menggunaka kategori tidak merokok sebagai refrens. Artinya nanti nilai OR atau RR dilakukan dengan membandingkan antara merokok 1 pak/hari dibanding tidak merokok dan membandingkan antara merokok 5-10 batang/hari dengan tidak merokok. Sehingga kita dapatkan 2 buah nilai OR atau RR.
  2. Cara kedua adalah dengan cara membandingkan satu persatu, biasa dilakukan bila tidak ada yang menjadi refrens (sehingga kita mendapat 3 buah nilai OR atau RR):
  • hitung nilai OR atau RR antara merokok 1pak/hari dengan 5-10 batang/hari
  • hitung nilai OR atau RR antara merokok 1pak/hari dengan tidak merokok
  • hitung nilai OR atau RR antara merokok 5-10 batang/hari dengan tidak merokok

 

File latihan dapat didownload di sini ORRR2xk.sav ♥

Cara hitung dengan SPSS:

Buka file latihan dan akan tampak pada Data View inputan data Hiperetnsi dengan koding 1 (hipertensi) dan 2 (tidak hipertensi), dan data merokok dengan koding 1 (1pak/hari), 2 (5-10 btg/hari), dan 3 (tidak merokok).

OR RR tabel 2xk SPSS

Pada Variabel View, dapat kita lihat nama variabel dan valuenya. Agar tabel silang yang dihasilkan sesuai dengan tabel silang pada penelitian epidemiologi pada umumnya, maka paparan yang diduga sebagai penyebab munculnya penyakit diberi koding angka yang lebih kecil, pada penelitian ini merokok 1 pak/hari diberi koding 1; 5-10 batang/hari diberi koding 2; dan tidak merokok diberi koding 3. Begitu pula pada dampak hipertensi, pada yang hipertensi diberi koding 1 dan tidak hipertensi diberi koding 2. Pengkodingan ini sudah harus direncanakan sejak definisi operasional penelitian.

OR RR tabel 2xk SPSS

 

Selanjutnya adalah kita akan menghitung OR atau RR antara merokok 1 pak/hari dengan merokok 5-10 batang/hari.

Pertama kita harus pilih dulu responden dengan koding merokok 1 dan 2. Caranya: Data > Select Cases.

OR RR tabel 2x4 SPSS

Klik IF

OR RR tabel 2xk SPSS

Pindahkan Variabel yang mau diseleksi ke kotak sebelah kanan, dalam hal ini kita akan seleksi variabel merokok dengan koding 1 dan 2 saja. Buat formula seperti pada gambar dan tuliskan angka yang akan di seleksi seperti pada gambar di bawah. Kemudian Continue.

OR RR tabel 2xk SPSS

Maka pada Data View akan muncul kolom baru berupa filter. Dan akan dapat kita lihat merokok dengan koding selain 1 dan 2 akan dicoret dan tidak akan masuk dalam analisis. Kolom filter dapat dihapus setelah selesai analisis.

OR RR tabel 2xk SPSS

Setelah data diseleksi, selanjutnya adalah menghitung nilai OR dan RR nya, caranya Analyze > Descriptive Statistics > Crosstabs

OR RR tabel 2xk SPSS

Pindahkan variabel paparan (merokok) pada ROW dan variabel dampak (hipertensi) pada COLUMN. Bila tertukar nilai OR bisa terbalik. Pada saat memasukan variabel kamu bisa pilih variabel merokok hasil seleksi (lingkaran hijau) atau variabel merokok (lingkaran merah), yang mana saja tidak masalah, karena data sudah diseleksi.

OR RR tabel 2xk SPSS

Selanjutnya Klik Statistics, Centang Risk, klik Continue. dan OK

OR RR tabel 2xk SPSS

Didapatkan hasil analisis nilai OR

OR RR Tabel 2x4 SPSS

Nilai OR (kotak pink) nilai RR (kotak biru). Pemakaian OR atau RR tergantung desain penelitian.
Nilai OR dipakai pada cross-sectional dan case-control. Nilai RR digunakan pada cohort dan experiment.

Nilai OR 3,3 artinya Risiko untuk terjadi hipertensi pada perokok 1 pak per hari 3,3 kali lebih besar dibandingkan yang merokok 5-10 batang perhari
Nilai RR 1,3 artinya Orang yang merokok 1 pak per hari berisiko 1,3 kali lebih besar untuk terkena hipertensi dibanding yang merokok 5-10 batang per hari.

Selanjutnya kita ulangi langkah di atas untuk mencari nilai OR atau RR antara kelompok merokok 1 pak perhari (koding 1) dengan kelompok yang tidak merokok (koding 3). Kali ini pada seleksi data diganti kodenya jadi 1 dan 3 sehingga hanya variabel merokok dengan koding 1 dan 3 yang akan masuk analisis. Kemudian ulangi langkah menghitung OR dan RR.

OR RR Tabel 2x4 SPSS

Sehingga didapatkan hasil analisis:

OR RR Tabel 2x4 SPSS

OR=15,8. Artinya Risiko terjadinya hipertensi pada orang yang merokok 1 pak per hari adalah 15,8 kali lebih besar dibanding orang yang tidak merokok.

RR=3,3. Artinya Orang yang merokok 1 pak per hari berisiko terkena hipertensi sebesar 3,3 kali lebih besar dibandingkan orang yang tidak merokok.

Terakhir lakukan kembali langkah yang sama untuk kategori antara merokok 5-10 batang per hari dengan yang tidak merokok. Sehingga didapatkan hasil analisis:

OR RR Tabel 2x4 SPSS

OR=4,7. Artinya risiko terjadinya hipertensi pada orang yang merokok 5-10 batang per hari sebesar 4,7 kali lebih besar dibandingkan orang yang tidak merokok

RR=2,4. Artinya orang yang merokok 5-10 batang per hari berisiko untuk terjadi hipertensi sebesar 2,4 kali dibanding orang yang tidak merokok.

Sehingga dapat kita simpulkan

OR
Merokok 5-10 batang perhari dengan 1 pak per hari = 3,3
Tidak merokok dengan merokok 5-10 batang per hari =4,7
Tidak merokok dengan merokok 1 pak per hari = 15,8
Artinya semakin banyak jumlah rokok per hari semakin besar risiko terjadinya hipertensi (dose-respond)

RR
Merokok 5-10 batang perhari dengan 1 pak per hari = 1,3
Tidak merokok dengan merokok 5-10 batang per hari =2,4
Tidak merokok dengan merokok 1 pak per hari = 3,3
Artinya semakin banyak jumlah rokok per hari semakin besar risiko terjadinya hipertensi (dose-respond)

Bila menyukai artikel ini jangan lupa dibagikan ke media sosial, agar pengetahuan ini tidak berhenti di anda saja dan semoga dapat membantu lebih banyak orang lagi. Terimakasih

Salam hangat dan semoga sukses,

Muhammad Aditya

Powered by WP Review
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
3
18 Comments

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!