Tutorial Mudah Mahir Uji Wilcoxon dengan SPSS

Kapan Kita Menggunakan Uji Wilcoxon?

Uji Wilcoxon merupakan uji nonparametrik, digunakan untuk uji beda pada 2 kelompok yang berpasangan (related), dengan skala data minimal berskala Ordinal. Uji ini disebut juga Wilcoxon Sign Rank Test atau Uji peringkat bertanda wilcoxon.

Sering digunakan sebagai alternatif dari uji T berpasangan (Paired T-test) yang tidak memenuhi syarat selisih data berpasangan harus berdistribusi normal. Pada data 2 kelompok berpasangan dengan skala rasio/interval yang selisih data berpasangannya tidak berdistribusi normal, tidak dapat dilakukan uji secara parametrik dengan uji T berpasangan, sehingga uji alternatif yang dapat digunakan adalah Wilcoxon sign rank test.

Syaratnya Uji Wilcoxon Sign Rank test:

  1. Data berasal dari dua kelompok yang berpasangan. Paling sering adalah data pretest dan postest pada subjek penelitian yang sama.
  2. Skala data minimal Ordinal. Bila skala data rasio/interval, maka selisih data harus berdistribusi tidak normal.

Catatan tambahan: Untuk uji beda pada dua kelompok yang berpasangan dengan skala data nominal gunakan uji McNemar.

Tutorial Uji Wilcoxon

Pada tutorial kita kali ini, kita akan meniliti adakah perbedaan kadar glukosa darah sebelum minum rebusan daun kemangi dan setelah sebulan minum rebusan daun kemangi.

Berikut adalah data SPSS latihan yang dapat didownload di sini: Wilcoxon.sav♥

Buka data latihan pada SPSS maka akan tampak 40 responden yang telah diukur kadar glukosa darahnya sebelum mengkonsumsi rebusan daun kemangi dan setelah sebulan mengkonsumsi rebusan daun kemangi.

dataview Uji Wilcoxon

variable view Uji Wilcoxon

Sebelum memulai uji Wilcoxon, saya akan melakukan uji normalitas terhadap selisih data berpasangan untuk membuktikan bahwa data selisihnya tidak berdistribusi normal, sehingga tidak dapat dilakukan uji parametrik dengan uji T berpasangan oleh karena itu kita melakukan uji Wilcoxon.

Caranya kita harus membuat variabel hasil selisih data berpasangan, carany: Transform > Compute Variable

uji normalitas selisih data

Kemudian ikut langkah berikut:

  1. Buat nama variabel baru dengan nama selisih
  2. Pindahkan variabel kadar gula sebelum (garis pink), kemudian klik tanda minus (garis ungu), kemudian pindahkan variabel kadar gula setelah  (garis orange). sehingga hasil akhir numeric expressionnya adalah pengurangan dari variabel sebelum dan setelah.
  3. Klik OK

uji normalitas selisih data

Hasilnya akan muncul variabel baru bernama selisih yang nilainya adalah nilai sebelum dikurangi sesudah. Nilai selisih inilah yang harus diuji normalitasnya sebelum bisa melakukan uji T berpasangna (Paired T-test). Bila tidak berdistribusi normal maka kita tidak dapat melakukan uji T berpasangan, sebagai alternatif kita bisa melakukan uji wilcoxon.

uji normalitas selisih data

Langkah selanjutnya adalah menguji normalitas dari variabel selisih tersebut. Caranya: Analyze > Descriptive Statistics > Explore

Uji Normalitas Selisih data berpasangan

Kemudian ikuti langkah berikut:

  1. Pindahkan variabel selisih pada dependent list
  2. klik Plots
  3. Centang histogram, dan normality plots with test, kemudian continue
  4. klik OK

Uji Normalitas Selisih data berpasangan

 

Pada tabel output, dapat dilihat Test of Normality. Sampel penelitian >200 lebih baik pilih Kolmogorov Smirnov. Untuk sampel di bawah 50 lebih baik pilih Shapiro-Wilk. Untuk sampel 50-200 gunakan uji normalitas Lilliefors.

Uji Normalitas Selisih data berpasangan

Nilai p pada uji shapiro-wilk 0,002. Artinya nilai p>alfa (alfa 5% [0,05]). Artinya sebaran data selisih nilai berpasangan tersebut berbeda signifikan dengan sebaran data normal. Artinya sebaran data selisih nilai berpasang tidak berdistribusi normal. Tidak dapat dilakukan uji secara parametrik.

Kita dapat melakukan uji Wilcoxon

Cara Uji Wilcoxon: Analyze > Nonparametric Tests > Legacy Dialogs > 2 related Samples

Uji Wilcoxon SPSS

Langkah selanjutnya:

  1. Pindahkan variabel kadar gula sebelum dan kadar gula setelah pada test pairs.
  2. pada test pairs akan tampak 1 pasang data yang akan dianalisis adalah data kadar gula sebelum dan kadar gula setelah
  3. centang tipe test Wilcoxon
  4. OK

Uji Wilcoxon SPSS

Output akan menampilkan hasil uji Wilcoxon

Pada tabel rank bisa kita lihat:

  1. Negative rank artinya rank yang nilainya negatif atau turun. Bisa dibaca pada keterangan kotak biru pada poin a. Ada 40 sampel yang kada gula setelah minum lebih kecil dibanding kadar gula sebelum minum. artinya ada 40 sampel yang kadar gulanya turun setelah minum rebusan daun kemangi.
  2. Positif rank artinya rank yang nilainya positif atau naik. Tidak ada sampel yang kadar gulanya setelah minum rebusan daun kemangi yang lebih besar dari kadar sebelum minum.
  3. Ties artinya nilai yang sama antara sebelum dan sesudah. Tidak ada sampel yang kadar gula sebelum dan sesudah sama saja.

Uji Wilcoxon SPSSApakah ada perbedaan kadar gula sebelum minum rebusan daun kemangi dibanding setelah minum rebusan daun kemangi? dapat kita lihat pada tabel Test Statistics. nilai p=0,000 artinya p<0,05 (bila alfa 5%). Artinya ada perbedaan kadar glukosa darah antara sebelum dan setelah minum rebusan daun kemangi.

Bagaimana cara menuliskannya atau melaporkannya pada artikel/laporan penelitian?

Cara menuliskan atau melaporkan hasil uji Wilcoxon sign rank adalah “Berdasarkan uji Wilcoxon Sign Rank, terdapat perbedaan bermakna kadar gula darah antara sebelum minum rebusan kemangi dengan setelah minum remusan daun kemangi (Z=-5,514, p=0,000).

:: Tambahan

Setelah tahu bahwa ada beda antara kadar gula darah sebelum dan setelah minum rebusan daun kemangi, bila kamu ingin mengetahui nilai rata-ratanya atau nilai mediannya maka dapat melakukan langkah tambahan pada saat melakukan uji wilcoxon: Dengan mengklik Option kemudian mencentang descriptive maupun Quartiles (Median).

deskriptif wilcoxon

Maka pada output SPSS akan terlihat nilai rata-rata sebelum dan setelah:

deskriptif wilcoxon

Demikian tutorial mudah mahir uji Wilcoxon Sign Rank

Bila menyukai artikel ini, silahkan dibagikan ke media sosial, semoga ilmu ini tidak hanya berhenti di anda tetapi juga dapat membantu orang lebih banyak lagi.

Salam hangat dan semoga sukses,

Muhammad Aditya

Powered by WP Review
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!