Tutorial Repeated Anova SPSS Lengkap

Kapan menggunakan Repeated Anova?

Repeated Anova merupakan uji beda nilai rata-rata pada lebih dari dua kelompok yang berpasangan. Uji ini biasanya digunakan pada pengukuran yang dilakukan berulang kali terhadap variabel dependent pada kondisi atau waktu yang berbeda. Variabel dependent ini berskala rasio/interval. Sehingga uji ini merupakan perpanjangan dari uji T berpasangan (paired T Test) karena dapat digunakan untuk lebih dari 2 kelompok yang berpasangan.

baca juga: beda sampel berpasangan dan tidak berpasangan
baca juga: jenis skala pengukuran

Repeated Anova digunakan untuk menganalisis:

  1. Perubahan nilai rata-rata pada 3 waktu atau lebih. Misalnya: kita ingin mengetahui perubahan nilai rata-rata kadar glukosa darah waktu sebelum makan, segera setelah makan, dan dua jam setelah makan. Subjek yang sama diukur 3 kali.
  2. Perbedaan nilai rata-rata pada 3 kondisi atau lebih. Misalnya: Kita ingin mengetahui perbedaan nilai rata-rata skor pengetahuan TBC dengan 3 kali pengukuran menggunakan 3 kuesioner yang berbeda. Subjek yang sama diukur 3 kali dengan kondisi jenis kuesioner yang berbeda.

Asumsi atau Syarat Repeated Anova

  1. Variabel Dependent: berskala data rasio/interval
  2. Variabel independent: berskala kategorikal (waktu atau kondisi)
  3. Residual berdistribusi normal untuk setiap waktu/kondisi. Bila residual tidak berdistribusi normal, repeated anova tidak reliable digunakan, maka gunakan uji nonparametrik dengan test Friedman.
  4. Sperisitas (varians perbedaan antar seluruh kombinasi kondisi atau waktu yang terkait adalah sama. Mirip dengan asumsi homogenisitas pada Anova). Uji ini bila tidak terpenuhi kita masih bisa gunakan nilai koreksi dari Greenhouse-Geisser, sehingga bukan syarat yang mutlak harus terpenuhi.

Tutorial Repeated Anova

Pada tutorial kali ini kita akan meneliti:

Kadar glukosa darah berubah sesuai dengan kondisi tertentu. Pasien dengan diabetes yang mendapat insulin biasanya akan memperoleh injeksi insulin 15 menit sebelum makan. Peneliti ingin mengetahui seperti apa perubahannya dan apakah perubahan kadar glukosa darah pada waktu sebelum makan, 15 menit setelah injeksi insulin, setelah makan pasca injeksi insulin, dan dua jam setelah makan pasca injeksi insulin berbeda bermakna?

File latihan dapat di download di sini: repeatedAnova.sav♥

Buka file latihan pada program SPSS, maka pada Data View kita dapat lihat ada 4 kolom dengan variabel: GDS, PostInsulin, PostPrandial, dan PostPrandial2Jam. Masing-masing subjek diukur kadar glukosa darahnya pada 4 waktu.

Pada Variabel View dapat kita liat ada 4 kali pengukuran (4 variabel dependent sesuai dengan  4 waktu pengukuran).

Data View Repeated Anova SPSS

Variable View Repeated Anova SPSS

 

Selanjutnya kita akan melakukan prosedur uji Repeated Anova sekaligus menguji Asumsi residual berdistribusi normal dan Sperisitasnya. Apabila residual berdistribusi normal, maka hasil uji dapat digunakan. Bila tidak, gunakan uji nonparametrik dengan uji Friedman.

Caranya: Analyze > General Liner Model > Repeated Measures

tutorial repeated Anova SPSS

Kemudian lakukan langkah berikut:

  1. Isikan Within-Subject Factor Name dengan Waktu (karena kita melakukan pengukuran berulang terkait 4 waktu yang berbeda)
  2. Number of Levels diisi dengan jumlah pengukuran yang dilakukan. Pada penelitian ini kita melakukan 4 kali pengukuran pada 4 waktu yang berbeda terhadap subjek yang sama. Jadi isikan 4.
  3. Klik Add
  4. Pastikan Waktu muncul pada kotak di sebelahnya.
  5. Klik Define

tutorial repeated Anova SPSS

Langkah selanjutnya adalah:

  1. Pindahkan ke-4 variabel yang akan kita uji ke kotak Within-Subjects Variables (Waktu) seperti pada gambar. Perhatikan kode nomor yang ada pada tanda kurung, itu menunjukkan urutan pengukurannya, pada uji post hocnya (tabel pairwise comparisons) hanya akan ditampilkan dengan nomor ini.
  2. Klik Option, Langkah berikut ini dilakukan untuk melakukan uji post hoc (uji lanjutan)
  3. Pindahkan Waktu ke kotak Display Means For
  4. Centang Compare Main Effect
  5. Pilih Bonferroni
  6. Klik Continue

tutorial repeated Anova SPSS

 

Selanjutnya:

  1. Klik Save
  2. Centang Standardized, langkah ini untuk menampilkan nilai residual standard yang akan kita uji normalitasnya.
  3. klik Continue
  4. Klik OK

tutorial repeated Anova SPSS

Selanjutnya akan muncul hasil analisis pada Output. Sebelum kita membaca hasil analisis, kita harus uji asumsi yang harus dipenuhi untuk repeated anova yaitu Residual harus berdistribusi normal untuk setiap waktu pengukuran.

Uji Normalitas Residual Standard Masing-Masing Pengukuran

Kembali ke Data View, maka akan kita temukan 4 variabel baru: ZRE_1 sampai ZRE_4, ini adalah nilai residual standard dari masing-masing 4 waktu pengukuran kadar glukosa darah. Nilai ini yang akan kita uji normalitas distribusinya

output uji normalitas residual repeated Anova SPSS

Caranya: Analyze > Descriptive Statistics > Explore

output uji normalitas residual repeated Anova SPSS

Lakukan Langkah Berikut:

  1. Pindahkan Variabel ZRE_1 hingga ZRE_4 ke dalam kotak Dependent List
  2. Klik Plots
  3. Centang Normality plits with Test
  4. Klik Continue
  5. OK

output uji normalitas residual repeated Anova SPSS

 

Pada Output lihat kotak Test of Normality. Distribusi data disebut normal bila distribusi data kita tidak berbeda signifikan (p>0,05 pada derajat kemaknaan (alfa) 5% atau 0,05) dengan distribusi normal teoritis. Pada tabel Test of Normality dapat kita lihat pada kotak Shapiro-Wilk (dipilih ini karena sampel <50), keempat-empatnya nilai p>0,05, yang artinya distribusi residual standard pada 4 waktu pengukuran semuanya berdistribusi normal. Artinya asumsi Residual Standard harus berdistribusi normal terpenuhi. output uji normalitas residual repeated Anova SPSS

Karena Asumsi Residual Standard berdistribusi normal, Maka kita bisa gunakan hasil Repeated Anova yang sudah kita lakukan di awal. Lihat kembali ke Jendela Output untuk hasil repeated Anova.

Selanjutnya kita akan liat Sperisitas-nya, lihat pada Tabel Mauchly’s Test of Sphericity, pada tabel nilai p=0,004. Karena nilai p<0,05; artinya varians perbedaan antar kombinasi seluruh waktu yang terkait berbeda signifikan, maka data kita tidak memenuhi syarat sperisitas. Namun tidak perlu khawatir, karena jika syarat ini tidak terpenuhi kita dapat menggunakan nilai koreksi Greenhouse-Geisser.

uji sphericity repeated Anova SPSS output repeated Anova SPSS

Lihat pada Tabel Test of Within-Subject Effect, karena sperisitas tidak perpenuhi maka kita tidak dapat dapat menggunakan nilai pada Sphericity Assumed, namun kita dapat menggunakan nilai koreksi Greenhouse-Geiser. Nilai p-nya=0,000 atau bisa kita tulis p<0,001, karena nilai p<0,05 (dengan derajat kemaknaan (alfa) 5% atau 0,05) maka dari hasil repeated anova ini kita tahu setidaknya/minimal ada 2 waktu pengukuran yang nilai rata-rata kadar glukosanya berbeda signifikan.

Sehingga dapat kita simpulkan: berdasarkan uji Repeated Anova dengan koreksi Greenhouse-Geisser, terdapat perbedaan kadar glukosa darah yang signifikan antar waktu pengukuran [F(1,868,35,485)=3132,506; p<0,001].

Keterangan:
[F(df waktu, df Error(waktu))= Nilai F; p=nilai Sig.]
Bila asumsi sperisitas terpenuhi, silahkan gunakan nilai F, nilai df Waktu, nilai df Error(Waktu), dan nilai Sig. pada baris Sphericity Assumed.

Selanjutnya, untuk mengetahui antar waktu pengukuran yang mana yang saling berbeda signifikan nilai rata-rata kadar glukosa darahnya, kita dapat lihat pada tabel Pairwise Comparisons-nya. Tabel ini adalah hasil uji post hoc, berasal dari uji paired T test yang dilakukan berulang dengan koreksi Bonferroni (untuk menjaga kesalahan tipe I (alfa) tetap 5%).

output repeated Anova SPSS

Pada tabel di atas, dapat kita ketahui bahwa ada 6 kombinasi yang mungkin:

  1. Nomor 1 (Gula darah sebelum makan) dibandingkan dengan nomor 2 (Gula darah 15 menit setelah injeksi insulin) nilai rata-rata kadar glukosanya turun sebesar 120,45 gr/dL, dan perbedaannya signifikan (p<0,001)
  2. Nomor 1 (Gula darah sebelum makan) dibandingkan dengan nomor 3 (Gula darah setelah makan pasca injeksi insulin) nilai rata-rata kadar glukosanya turun sebesar 91,2 gr/dL, dan perbedaannya signifikan (p<0,001)
  3. Nomor 1 (Gula darah sebelum makan) dibandingkan dengan nomor 4 (Gula darah 2 jam setelah makan pasca injeksi insulin) nilai rata-rata kadar glukosanya turun sebesar 110,6 gr/dL, dan perbedaannya signifikan (p<0,001)
  4. Nomor 2 (Gula darah 15 menit setelah injeksi insulin) dibandingkan dengan nomor 3 (Gula darah setelah makan pasca injeksi insulin) nilai rata-rata kadar glukosanya naik sebesar 29,25 gr/dL, dan perbedaannya signifikan (p<0,001)
  5. Nomor 2 (Gula darah 15 menit setelah injeksi insulin) dibandingkan dengan nomor 4 (Gula darah setelah 2 jam makan pasca injeksi insulin) nilai rata-rata kadar glukosanya naik sebesar 9,85 gr/dL, dan perbedaannya signifikan (p<0,001)
  6. Nomor 3 (Gula darah setelah makan pasca injeksi insulin) dibandingkan dengan nomor 4 (Gula darah 2 jam setelah makan pasca injeksi insulin) nilai rata-rata kadar glukosanya turun sebesar 19,4 gr/dL, dan perbedaannya signifikan (p<0,001)

Perubahan kadar glukosa yang dapat kita lihat adalah: nilai rata-rata kadar glukosa darah dari sebelum makan dan setelah 15 menit mendapat injeksi insulin turun sebesar 120,45 (p<0,001), kemudian naik sebesar 29,25 gr/dL (p<0,001) setelah makan pasca injeksi insulin, kemudian turun sebesar 19,4 gr/dL (p<0,001) 2 jam setelah makan pasca injeksi insulin.

Bagaimana Cara Menuliskan atau Melaporkan Hasil Uji Repeated Anova pada Laporan atau Artikel Penelitian?

berdasrakan hasil uji Repeated Anova dan analisis yang kita lakukan dapat kita tuliskan:

Berdasarkan uji Repeated Anova dengan koreksi Greenhouse-Geisser, terdapat perbedaan kadar glukosa darah yang signifikan antar waktu pengukuran [F(1,868,35,485)=3132,506; p<0,001]. Nilai rata-rata kadar glukosa darah dari sebelum makan dan setelah 15 menit mendapat injeksi insulin turun sebesar 120,45 (p<0,001), kemudian naik sebesar 29,25 gr/dL (p<0,001) setelah makan pasca injeksi insulin, kemudian turun sebesar 19,4 gr/dL (p<0,001) 2 jam setelah makan pasca injeksi insulin.

Demikian tutorial mudah mahir uji Repeated Anova

Bila menyukai artikel ini, silahkan dibagikan ke media sosial, semoga ilmu ini tidak hanya berhenti di anda tetapi juga dapat membantu orang lebih banyak lagi.

Salam hangat dan semoga sukses,

Muhammad Aditya

Powered by WP Review
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
72
6 Comments

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!