Tutorial Uji Friedman SPSS Mudah Lengkap

Kapan Kita Menggunakan Uji Friedman?

Uji Friedman digunakan untuk uji beda antara lebih dari 2 kelompok/sampel yang saling berpasangan. Misalnya peneliti ingin melihat adakah perbedaan kadar kolesterol antara sebelum diet sehat, 4 minggu setelah diet sehat, dan 8 minggu setelah diet sehat. Disini terdapat 3 pengukuran yang berasal dari subyek penelitian yang sama, sehingga sampel merupakan sampel berpasangan.

Baca juga: Bedanya sampel berpasangan dengan sampel tidak berpasangan

Skala Variabel terikatnya minimal berskala ordinal. Artinya skala data rasio/interval juga bisa dilakukan uji beda dengan uji Friedman, namun alangkah baiknya data berskala rasio/interval diuji secara parametrik, dalam hal ini untuk uji parametrik terhadap data lebih dari 2 kelompok berpasangan dapat menggunakan uji repeated ANOVA. Apabila syarat/asumsi uji repeated ANOVA tidak terpenuhi, baru gunakan uji alternatifnya yaitu uji nonparametrik dengan uji Friedman.

Syarat Uji Friedman

  1. Variable terikat minimal berskala Ordinal. Skala data rasio/interval juga dapat dilakukan uji Friedman, bila syarat untuk melakukan uji parametrik dengan repeated ANOVA tidak terpenuhi.
  2. Menguji Lebih dari 2 kelompok yang berpasangan.

Tutorial Uji Friedman dengan SPSS

Pada tutorial kali ini kita akan mencoba meneliti adakah perbedaan kadar kolesterol antara sebelum memulai diet sehat, 4 minggu setelah diet sehat, dan 8 minggu setelah diet sehat. Jadi data berasal dari sampel yang sama yang dilakukan pengukuran kadar koleserol pada 3 kondisi yang berbeda. Variabel terikatnya adalah kadar kolesterol berskala data rasio/interval.

Contoh file latihan dapat di download di sini: Friedman.sav♥

Buka file tersebut dengan SPSS, maka akan tampak pada Data View terdapat 25 responden yang dilakukan pengukuran kadar kolesterol sebanyak 3 kali, yaitu sebelum memulai diet sehat, setelah 4 minggu diet sehat, dan setelah 8 minggu diet sehat.

data view friedman`

Pada Variable View, tampak 3 variabel kadar kolesterol sebelum memulai diet sehat, setelah 4 minggu diet sehat, dan setelah 8 minggu diet sehat. Skala datanya rasio/interval (lambang penggaris scale).

Variabel View Friedman

Karena jenis masalah penelitian dan jenis data seperti ini seharusnya dilakukan uji repeated ANOVA, maka kita akan coba buktikan dulu bahwa syarat repeated ANOVA tidak terpenuhi. Salah Satu Syarat uji Repeated ANOVA adalah setiap kelompok residualnya harus berdistribusi normal.

Kita akan coba cek residual setiap kelompok apakah berdistribusi normal, dengan cara:

Analyze > General Linear Model > Repeated Measures

Uji Normalitas Residual repeated anova

Isikan Within-Subject Factor Name dengan “Waktu”, karena ada 3 waktu pengukuran, maka isikan Number of Level dengan “3”. Kemudian tekan Add. Selanjutnya Klik Define.

Uji Normalitas Residual repeated anova

Akan Muncul Kotak Baru, lakukan langkah berikut:

  1. Pindahkan ketiga variabel berpasangan yang akan diuji ke dalam kotak Within-Subjects Variables.
  2. Pastikan 3 variabel berpasangan yang akan diuji sudah masuk pada Within-Subjects Variables
  3. Klik Save
  4. Centang Standardized pada kotak residuals
  5. Klik Continue
  6. Klik OK

Uji Normalitas Residual repeated anova

Kembali ke Data View, dan akan tampak ada 3 kolom baru berisi nilai residual terstandar masing masing kelompok. Selanjutnya akan kita uji normalitasnya.

Uji Normalitas Residual repeated anova

Caranya: Analyze > Descriptive Statistics > Explore

Uji Normalitas Residual repeated anova

Lakukan langkah berikut:

  1. Pindahkan ketiga variabel residual standar
  2. klik Plots
  3. Centang Normality plots with test
  4. Klik Continue
  5. Klik OK

Uji Normalitas Residual repeated anova

Lihat pada Tabel Test of Normality, lihat pada uji Shapiro-Wilk (karena besar sampel <50), nilai p ketiganya <0,05, hal ini menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara distribusi data residual kita dengan distribusi normal teoritis. Artinya tidak ada satupun kelompok dengan residual yang berdistribusi normal, sehingga tidak dapat dilakukan uji parametrik dengan uji Repeated ANOVA. Alternatifnya dapat digunakan uji non parametrik dengan uji Friedman.Uji Normalitas Residual repeated anova

Langkah Uji Friedman dengan SPSS

Caranya: Analyze > Nonparametric Tests > Legacy Dialogs > K related SamplesUji Friedman

Selanjutnya lakukan langkah berikut:

  1. Pindahkan variabel sebelum, 4 minggu, dan 8 minggu setelah diet sehat pada kotak Test Variables.
  2. Klik Statistics
  3. Centang deskriptive dan Quartiles
  4. Continue
  5. Centang Friedman
  6. OK

Uji Friedman

Akan tampak hasil analisis pada Output, kotak biru terlihat nilai rata-rata tiap kelompok waktu, dan kotak merah terlihat median dari masing-masing kelompok waktu.

Uji Friedman

Pada kotak Pink terlihat rangking rata-rata tiap kelompok. Kelompok sebelum diet paling besar, Kelompok 8 minggu setelah diet sehat paling kecil.

Kotak Ungu merupakan hasil uji Friendman, nilai Asymp. Sig. atau nilai p adalah 0,000 atau bisa kita tulis nilai p < 0,001. Oleh karena nilai p<alfa (dengan alfa 5% atau 0,05), maka antar kelompok waktu terdapat perbedaan kadar kolesterol yang signifikan.

Cara menuliskan/melaporkan hasil uji Friedman pada artikel/laporan penelitian

Hasil uji Friedman ditulis seperti ini “Berdasarkan hasil uji nonparametrik dengan uji Friedman, terdapat perbedaan kadar kolesterol yang bermakna di antara ketiga waktu pengukuran (sebelum, 4 minggu setelah, dan 8 minggu setelah diet sehat) (Chi-Square(2)=50,000, p<0,001).

Chi-Square(2)=50,000, p<0,001. Chi-Square (2) di mana 2 adalah d.f (degree of freedom); 50,000 adalah nilai Chi Square; p<0,001 adalah nilai Asymp. Sig.

Bagaimana Cara Mengetahui Kelompok mana saja yang kadar kolesterolnya saling berbeda bermakna?

Untuk mengetahui kelompok yang saling berbeda bermakna pada uji Friedman, kita dapat melakukan uji lanjutan atau post hoc dengan melakukan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Wilcoxon Sign Rank Test dilakukan pada semua kombinasi yang mungkin dari 3 kelompok yang ada, yaitu:

  1. kadar kolesterol sebelum diet dengan 4 minggu setelah diet
  2. kadar kolesterol sebelum diet dengan 8 minggu setelah diet
  3. kadar kolesterol 4 minggu setelah diet dengan 8 minggu setelah diet

Caranya: analyze > Nonparametric Tests > Legacy Dialogs > 2 related samples post Hoc Friedman dengan Wilcoxon

Lakukan langkah berikut

  1. Pindahkan pasangan uji untuk semua kombinasi yang mungkin, dalam hal ini kita menguji sampel berpasangan antara sebelum diet dengan 4 minggu setelah diet, sebelum diet dengan 8 minggu setelah diet, dan 4 minggu setelah diet dengan 8 minggu setelah diet
  2. Centang Wilcoxon
  3. Klik OK

post Hoc Friedman dengan Wilcoxon

 

Pada Output dapat dibaca hasil analisisnya:

post Hoc Friedman dengan WilcoxonPada tabel di atas terlihat kadar kolesterol seluruh responden (25 orang) sesudah 4 minggu diet sehat lebih rendah dibanding sebelum diet sehat. Begitupun antara 8 minggu setelah diet dengan sebelum diet dan antara 8 minggu setelah diet dengan 4 minggu setelah diet.

post Hoc Friedman dengan Wilcoxon

Pada Tabel Test Statistics, dapat kita lihat hasil uji nonparametrik dengan Wilcoxon Signed Rank Test terdapat perbedaan kadar kolesterol yang bermakna antara 4 minggu setelah diet dengan sebelum diet sehat (Z=-4,379, p<0,001); terdapat perbedaan kadar kolesterol yang bermakna antara 8 minggu setelah diet dengan sebelum diet sehat (Z=-4,379, p<0,001); dan terdapat perbedaan kadar kolesterol yang bermakna antara 8 minggu setelah diet dengan 4 minggu setelah diet sehat (Z=-4,383, p<0,001).

Demikian tutorial mudah mahir uji Friedman

Bila menyukai artikel ini, silahkan dibagikan ke media sosial, semoga ilmu ini tidak hanya berhenti di anda tetapi juga dapat membantu orang lebih banyak lagi.

Salam hangat dan semoga sukses,

Muhammad Aditya

Powered by WP Review
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
4
3 Comments

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!