Uji Anova/Anava – One Way Anova SPSS Mudah Lengkap

Kapan Kita Menggunakan Uji Anova/Anava?

Anova atau Analysis of Variance atau biasa disebut Anava merupakan uji beda/komparatif parametrik untuk menguji perbedaan nilai rata-rata antara dua atau lebih kelompok yang saling bebas. Umumnya Anova digunakan pada lebih dari dua kelompok yang saling bebas (Karena untuk uji beda parametrik antara dua kelompok saling bebas umumnya menggunakan Independent T-test atau uji T saling bebas).

     Baca juga: bedanya sampel saling bebas dan sampel berpasangan

Uji Anova dibagi menjadi dua, one way anova dan multifaktor anova. One way Anova bila faktor atau variabel independentnya hanya satu dan variabel dependentnya hanya satu. Bila variabel dependent hanya 1 namun variabel independentnya lebih dari 1 disebut multifaktor Anova. Two way Anova (2 buah independent variable) termasuk ke dalam multifaktor Anova.

Kali ini kita akan membahas One Way Anova. Contoh penggunaannya misalnya: Peneliti ingin mengetahui apakah terdapat perbedaan kadar Hb pada ibu hamil yang mengkonsumsi tablet besi selama 30 hari; 60 hari; 90 hari; dan yang tidak mengkonsumsi tablet besi selama kehamilan.

Pada contoh, terdapat 1 variabel independent “Konsumsi Tablet Besi” dengan 4 kategori: tidak konsumsi Fe, konsumsi Fe 30 hari, konsumsi Fe 60 hari, dan konsumsi Fe 90 hari. Variabel dependentnya berupa kadar Hb dengan skala data rasio/interval.

Syarat atau Asumsi Uji One Way Anova

  1. Sampel berasal dari kelompok yang saling bebas.
  2. Data masing-masing kelompok berdistribusi normal
  3. Varians antar kelompoknya harus homogen.

Catatan tambahan:

  1. Untuk uji beda parametrik pada lebih dari 2 kelompok yang berpasangan gunakan Repeated Anova.
  2. Bila syarat distribusi normal terpenuhi, namun data tidak homogen masih bisa dilakukan analisis secara parametrik dengan independent T Test secara berulang terhadap semua kombinasi yang mungkin dari banyaknya kelompok yang dibandingkan, karena pada Independent T Test ada uji modifikasi Dixon and Messey pada data yang tidak homogen).
  3. Bila ada kelompok yang datanya tidak berdistribusi normal, walaupun sudah dilakukan transformasi data, maka one way anova tidak dapat digunakan, gunakan uji beda nonparametrik dengan uji Kruskal-Wallis.

Tutorial One Way Anova

Pada tutorial kali ini Peneliti ingin mengetahui apakah terdapat perbedaan kadar Hb pada ibu hamil yang mengkonsumsi tablet besi selama 30 hari; 60 hari; 90 hari; dan yang tidak mengkonsumsi tablet besi selama kehamilan.

File data latihan dapat didownload dari: OneWayAnova.sav♥

Buka file tersebut pada SPSS, akan tampak pada Data View terdapat 2 kolom variabel, yang pertama kadar zat besi dan yang kedua konsumsi Fe.

Data View Uji One Way Anova

Pada Variable View, tampak 2 variabel, yang pertama KadarZatBesi berskala data rasio/interval, dan yang kedua Konsumsi Fe berskala nominal dengan 4 kategori (kategorik dengan koding 1 untuk kelompok tidak konsumsi Fe; koding 2 untuk kelompok konsumsi Fe 3o hari, koding 3 untuk konsumsi Fe 60 hari, dan koding 4 untuk konsumsi Fe 90 hari).Variable View Uji One Way Anova

Langkah selanjutnya adalah mengecek asumsi uji Anova apakah terpenuhi atau tidak. Kita akan mengecek distribusi data dari masing-masing kelompok dan homogen tidaknya antar kelompok data. Caranya: Analyze > Descriptive Statistics > Explore.

Uji Normalitas Homogenitas One Way Anova

 

Selanjutnya ikuti langkah berikut:

  1. Pindahkan variable kadar zat besi pada kotak Dependent List, dan variabel konsumsi tablet besi pada kotak Factor List.
  2. Klik Plots
  3. Centang histogram (untuk melihat distribusi data dalam bentuk histogram), centang Normality plots with test (untuk menguji normalitas data dengan uji kolmogorov maupun Shapiro-Wilk). Pilih Power Estimation pada Levene Test untuk menguji homogenitas data antar kelompok.
  4. Klik Continue
  5. Klik OK

Uji Normalitas Homogenitas One Way Anova

Pada Output akan keluar hasil uji, lihat tabel Test of Normality, pastikan masing-masing kelompok nilai p > alfa (alfa 5% atau 0,05). Pada tabel, semua kelompok datanya berdistribusi normal, karena nilai p>0,05 yang artinya distribusi data kita tidak berbeda signifikan dengan data distribusi normal teoritis.

Uji Normalitas Homogenitas One Way Anova

Kemudian lihat pada Tabel Test of Homogeneity of Variance, untuk data yang dikatakan homogen, pastikan nilai p pada based on Mean nilainya lebih besar dari alfa (alfa 5% atau 0,05). Pada tabel nilai p=0,070, sehingga p>0,05 maka variansi data antar kelompoknya tidak berbeda signifikan (data homogen).

Karena Syarat Uji One Way Anova terpenuhi, maka kita akan lanjut untuk melakukan uji One Way Anova dengan SPSS.

Caranya: Analyze > Compare Means > One Way Anova

Uji One Way Anova SPSS

 

Lakukan langkah berikut:

  1. Pindahkan variabel Kadar Zat Besi pada Dependent List, dan Variabel Konsumsi Tablet pada Factor.
  2. Klik Post Hoc. Post hoc adalah uji lanjutan bila terdapat perbedaan nilai rata-rata antar kelompok yang gunanya untuk mengetahui kelompok yang mana saja yang saling berbeda bermakna.
  3. Klik Bonferroni, kemudian isikan significance level dengan tingkat kemaknaan penelitian kita (kita pakai 5%)
  4. Klik Continue
  5. Klik OK.

Uji One Way Anova SPSS

Pada Tabel Anova, dapat kita lihat bahwa nilai rata-rata kadar Hb antar kelompok berbeda signifikan, p=0,000 sehingga bisa kita tulis nilai p<0,001.

Uji One Way Anova SPSS

Artinya: Berdasarkan uji One Way Anova, Terdapat pengaruh/efek jenis konsumsi tablet besi terhadap kadar Hb yang signifikan [F(3,56)=90,746; p=0,000].

Penjelasan [F(3,56)=90,746; p=0,000]
3 adalah d.f Between Groups
56 adalah d.f Within Groups
90,746 adalah nilai hitung F

Dengan kata lain, di antara kelompok tersebut ada yang nilai rata-ratanya berbeda signifikan. Kelompok yang mana saja yang berbeda signifikan dapat kita ketahui dari tabel Post Hoc Test.

Uji One Way Anova SPSS

Pada Tabel dapat kita peroleh informasi:

  1. Kadar Hb rata-rata kelompok tidak konsumsi tablet Fe dengan kelompok konsumsi tablet Fe 30 hari berbeda signifikan, p<0,05. Kelompok Konsumsi Tablet Fe 30 hari kadar Hb rata-ratanya lebih tinggi 2,84 gr/dL dibanding kelompok tidak konsumsi tablet Fe.
  2. Kadar Hb rata-rata kelompok tidak konsumsi tablet Fe dengan kelompok konsumsi tablet Fe 60 hari berbeda signifikan, p<0,05. Kelompok Konsumsi Tablet Fe 60 hari kadar Hb rata-ratanya lebih tinggi 3,03 gr/dL dibanding kelompok tidak konsumsi tablet Fe.
  3. Kadar Hb rata-rata kelompok tidak konsumsi tablet Fe dengan kelompok konsumsi tablet Fe 90 hari berbeda signifikan, p<0,05. Kelompok Konsumsi Tablet Fe 90 hari kadar Hb rata-ratanya lebih tinggi 3,97 gr/dL dibanding kelompok tidak konsumsi tablet Fe.
  4. Kadar Hb rata-rata kelompok konsumsi tablet Fe 30 hari dengan kelompok konsumsi tablet Fe 60 hari tidak berbeda signifikan, p>0,05, perbedaan nilai rata-ratanya 0,19 gr/dL.
  5. Kadar Hb rata-rata kelompok konsumsi tablet Fe 30 hari dengan kelompok konsumsi tablet Fe 90 hari berbeda signifikan, p<0,05. Kelompok Konsumsi Tablet Fe 90 hari kadar Hb rata-ratanya lebih tinggi 1,13 gr/dL dibanding kelompok konsumsi tablet Fe 30 hari.
  6. Kadar Hb rata-rata kelompok konsumsi tablet Fe 60 hari dengan kelompok konsumsi tablet Fe 90 hari berbeda signifikan, p<0,05. Kelompok Konsumsi Tablet Fe 90 hari kadar Hb rata-ratanya lebih tinggi 0,94 gr/dL dibanding kelompok konsumsi tablet Fe 60 hari.

Bagaimana cara melaporkan hasil uji One Way Anova dan Post Hoc nya pada artikel/laporan penelitian?

Cara pelaporannya sebagai berikut:

Berdasarkan uji One Way Anova, Terdapat pengaruh/efek jenis konsumsi tablet besi terhadap kadar Hb yang signifikan [F(3,56)=90,746; p=0,000]. Analisis Bonferroni Post Hoc test didapatkan pasangan yang memiliki beda rata-rata kadar Hb yang signifikan (p<0,05) adalah: Kelompok tidak konsumsi tablet Fe (M= , SD= ) dan kelompok konsumsi tablet Fe 30 hari (M= , SD= ); Kelompok tidak konsumsi tablet Fe (M= , SD= ) dan kelompok konsumsi tablet Fe 60 hari (M= , SD= ); Kelompok tidak konsumsi tablet Fe (M= , SD= ) dan kelompok konsumsi tablet Fe 90 hari (M= , SD= ); Kelompok konsumsi tablet Fe 30 hari (M= , SD= ) dan kelompok konsumsi tablet Fe 90 hari (M= , SD= ); dan Kelompok konsumsi tablet Fe 60 hari (M= , SD= ) dan kelompok konsumsi tablet Fe 90 hari (M= , SD= ). Hanya antara kelompok konsumsi tablet Fe 30 hari dengan kelompok konsumsi tablet Fe 60 hari yang tidak berbeda signifikan. Dengan kata lain, pemberian tablet Fe selama 90 hari memberikan peningkatan kadar Hb yang paling tinggi dibandingkan jika hanya diberikan selama 30 hari atau 60 hari.

*Untuk nilai M atau Means dan SD atau Standar Deviasi silahkan isikan dengan nilai rata-rata sesuai dengan nilai rata-rata pada kelompok tersebut. Nilai-nilai ini ada pada tabel Descriptive.

Descriptive One Way Anova
Tabel Descriptive

 

Demikian tutorial mudah mahir uji One Way Anova

Bila menyukai artikel ini, silahkan dibagikan ke media sosial, semoga ilmu ini tidak hanya berhenti di anda tetapi juga dapat membantu orang lebih banyak lagi.

Salam hangat dan semoga sukses,

Muhammad Aditya

Powered by WP Review
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
153
3 Comments

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!