Uji T Berpasangan (Paired T Test) SPSS Mudah Lengkap

Kapan kita menggunakan uji T Berpasangan (Paired T Test)?

Uji T Berpasangan (Paired T-test) merupakan uji beda secara parametrik yang menguji adakah perbedaan nilai rata-rata antara 2 kelompok/sampel yang berpasangan. Misalnya, peneliti ingin mengetahui adakah perbedaan kadar glukosa darah puasa sebelum mengkonsumsi ekstrak daun kemangi dan setelah mengkonsumsi ekstrak daun kemangi. Data berasal dari individu yang sama namun dilakukan dua kali pengukuran (kondisi sebelum dan sesudah konsumsi ekstrak daun kemangi).

baca juga: bedanya sampel berpasangan dan sampel saling bebas

Uji T Berpasangan, dilakukan terhadap dua kelompok/sampel berpasangan (paired). Bila ada lebih dari dua sampel yang berpasangan (misalnya: pengukuran sebelum, 1 jam setelah, dan 2 jam setelah konsumsi ekstrak daun kemangi) juga dapat dilakukan dengan menggunakan Uji T Berpasangan yang dilakukan berulang kali sesuai dengan kombinasi yang mungkin dari 3 kondisi tersebut, yakni antara sebelum dengan 1 jam setelah, sebelum dengan 2 jam setelah, dan 1 jam setelah dengan 2 jam setelah konsumsi ekstrak daun kemangi. Namun cukup merepotkan, sehingga untuk sampel berpasangan yang lebih dari 2 sampel/kelompok lebih baik menggunakan uji Repeated Anova.

Syarat Uji T Berpasangan?

Syarat uji t berpasangan (paired t test) adalah:

  1. Selisih kedua data berdistribusi normal. Bila selisih tidak berdistribusi normal, uji beda dapat dilakukan secara nonparametrik dengan menggunakan uji wilcoxon.
  2. Variabel terikat berskala rasio/interval.

Tutorial Uji T Berpasangan (Paired T-test)

Pada tutorial kali ini peneliti ingin mengetahui adakah perbedaan kadar glukosa darah antara sebelum mengkonsumsi ekstrak daun kemangi dengan setelah mengkonsumsi ekstrak daun kemangi selama 4 minggu.

File latihan dapat di download di sini: PairedTtest.sav.

Buka file pada SPSS, sehingga pada Data View tampak 2 kolom, kolom pertama adalah data kadar glukosa darah awal, dan kolom kedua adalah kadar glukosa darah sesudah 4 minggu mengkonsumsi ekstrak daun kemangi.\

Data View Paired T Test

Pada Variable View, dapat dilihat ada 2 variabel yaitu awal dan sesudah dengan skala data rasio/interval (scale lambang penggaris).

Variable View Paired T Test

Cek Syaratnya

Skala data sudah dalam skala rasio/interval, maka selanjutnya kita harus memeriksa apakah selisih nilai antara kadar awal dengan kadar sesudah 4 minggu konsumsi ekstrak daun kemangi berdistribusi normal atau tidak. Caranya: Transform > Compute Variable.

Uji Normalitas Paired T Test

Kemudian lakukan langkah berikut:

  1. Kita akan membuat kolom baru bernama selisih.
  2. Pada kotak Numeric Expression, kita buat persamaan dengan mengklik Variabel Awal, kemudian memberi tanda negatif, kemudian klik variabel sesudah. Sehingga terbentuk persamaan Awal – Sesudah. Nantinya akan terbentuk kolom baru yang berisi nilai selisih antara kadar awal dengan kadar sesudah konsumsi ekstrak daun kemangi.
  3. Klik OK.

Uji Normalitas Paired T Test

Maka akan muncul kolom baru yang merupakan nilai selisih antara kondisi awal dengan kondisi sesudah konsumsi ekstrak daun kemangi. Nilai selisih inilah yang akan kita cek normalitas distribusinya.

Uji Normalitas Paired T Test

Caranya: Analyze > Descriptive Statistics > Explore

Uji Normalitas Paired T Test

 

Kemudian lakukan langkah berikut:

  1. Pindahkan Variabel selisih ke dalam dependent list.
  2. Klik Plots.

Centang Normality Plots with Tests, histogram (bila ingin melihat distribusi secara histogramnya).

Uji Normalitas Paired T Test

 

Pada Output, lihat tabel Test of Normality. Karena sampel berjumlah <50, lihat nilai Shapiro-Wilk. Nilai p=0,152, dengan alfa 5% atau 0,05, maka nilai p > 0,05 yang artinya tidak terdapat perbedaan signifikan antara distribusi data kita dengan distribusi data teoritis. Artinya, data selisih kita berdistribusi normal, maka kita bisa lakukan  uji beda secara parametrik dengan uji T berpasangan.Uji Normalitas Paired T Test

Uji T Berpasangan (Paired T Test)

Caranya adalah: Analyze > Compare Means > Paired-samples T test.

Paired T test

 

Selanjutnya lakukan langkah berikut:

  1. Pindahkan variabel awal dan variabel akhir ke dalam kotak paired Variables. Catatan Tambahan: Apabila ada lebih dari 2 variabel (misalnya sebelum, 1 jam sesudah, dan 2 jam sesudah) maka kita bisa juga analisis dengan uji T berpasangan dengan cara cek satu persatu dengan memasukkan semua kombinasi pasangan yang mungkin, asal selisih datanya berdistribusi normal (memenuhi syarat untuk uji T berpasangan). Apabila jumlah variabelnya terlalu banyak sehingga merepotkan untuk melakukan uji T berulang satu persatu pada semua kombinasi pasangan yang mungkin, bisa dilakukan uji Repeated Anova.
  2. Klik OK

Paired T test

Pada Output dapat dilihat hasil perhitungan T Test berpasangan

Paired T test

Pada tabel Paired Sample Statistics, pada kotak pink terlihat kadar rata-rata gula darah awal adalah 230,10 gr/dL dengan standar deviasi 35,929 gr/dL. Kadar rata-rata gula darah setelah konsumsi ekstrak daun kemangi selama 4 minggu adalah 155,74 gr/dL dengan standar deviasi 26,695 gr/dL.

Pada Tabel Paired Samples Test, bisa kita dapatkan perbedaan nilai rata-rata atau selisih nilai rata-rata antara sebelum dan sesudah konsumsi ekstrak daun kemangi (kotak ungu), yakni sebesar 74,36 gr/dL (SD=22,862 gr/dL). Nilai p=0,000 sehingga dapat kita tulis nilai p<0,001. Karena nilai p<alfa (alfa 5% atau 0,05), artinya terdapat perbedaan signifikan antara kadar glukosa darah sebelum dengan kadar glukosa darah sesudah konsumsi ekstrak daun kemangi selama 4 minggu.

Bagaimana cara menuliskan/melaporkan hasil uji T berpasangan pada artikel/laporan penelitian?

Pada laporan/artikel penelitian hasil uji T berpasangan ditulis seperti ini: “berdasarkan hasil uji T berpasangan, terdapat perbedaan kadar glukosa darah yang signifikan antara sebelum konsumsi ekstrak daun kemangi (M=230,10 gr/dL, SD=35,929 gr/dL) dengan setelah konsumsi ekstrak daun kemangi selama 4 minggu (M=155,74 gr/dL, SD=26,695 gr/dL); t(49)=22,999, p=0,000.

M adalah nilai rata-rata
SD adalah standar deviasi
t(49) adalah hasil hitung nilai t dengan d.f atau degree of freedom (n-1) adalah 49
p adalah nilai Asymp. Sig.

Demikian tutorial mudah mahir uji T berpasangan (Paired T Test)

Bila menyukai artikel ini, silahkan dibagikan ke media sosial, semoga ilmu ini tidak hanya berhenti di anda tetapi juga dapat membantu orang lebih banyak lagi.

Salam hangat dan semoga sukses,

Muhammad Aditya

Powered by WP Review
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
11
7 Comments

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!